Weekend paling seru kalau dinner di luar sambil menikmati suasana malam minggu bareng suami, mengenang masa-masa pacaran. Romantis ceritanyee.. tapi kalau sudah punya 2 buntut dan yang satu masih bayi jelas ga boleh egois donk..apalagi cuaca sedang mendung jadi suasana malam minggu yang spesial itu mau ga mau dilakukan di rumah aja bareng anak-anak.
Meskipun di rumah tapi ga ada cerita kita ga bisa makan enak, berpikir kreatif itu penting untuk ibu rumah tangga. Seminggu sekali boleh donk masak sesuatu yang beda, demi menyenangkan suami dan lidah sendiri tentunya.
Weekend lalu sempat ngiler liat gambar roti cane plus kari daging di kedai yang menjual masakan khas Aceh dekat RS Hermina Bogor, tapi sudah terlanjur pesan mie Aceh jadi cukup nelan ludah saja sambil mupeng. Berhubung bahan-bahan ada semua dan siangnya sempat bikin kare sapi ala India yang super nampol pedesnya, jadilah saya nekad juga bikin roti cane di sore hari ba'da Ashar. Kebetulan sang misua udah pulang jadi bisa nitip si kecil beserta abangnya.
Saya dapatkan resepnya dari hasil browsing sana sini, sampai lupa catat sumbernya tapi rata-rata dari blog-blog yang saya kunjungi resepnya tidak jauh berbeda. Saya tuliskan di bawah resep yang saya pakai.
ROTI CANAI
Bahan:
-1/2 kg tepung terigu
-2 butir telur
-1/2 sdt garam
-125 ml minyak
-1 sdm susu bubuk
-150 ml air hangat (bisa ditambah atau dikurangi, tergantung tingkat kelembapan yg diinginkan)
-mentega atau margarin secukupnya (untuk oles adonan)
Cara:
-Campur terigu, garam, susu, telur dan minyak, aduk rata.
-beri air hangat sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis.
-setelah kalis dibagi menjadi beberapa bagian lalu dibulatkan (masing2 seberat 70gr).
-tutup dengan plastik wrap, diamkan sekitar 1-2 jam.
-Ambil masing2 adonan bulat lalu giling sampai tipis. Oles permukaannya dengan margarin.
-Gulung dengan cara melipat-lipat seperti membuat kipas dari kertas. kemudan gulung lagi dari sisi kanan maupun kiri, yg satu gulung menghadap ke bawah, yg satu ke atas, hingga membentuk seperti huruf 'S'. Lalu gulungan atas dan bawah disatukan hingga menyerupai konde/ sanggul. Lakukan semua sampai habis. (untuk lebih jelas bisa search di youtube)
-Diamkan kembali 30 menit.
-Siap dipanggang di wajan datar sampai warna berubah kecoklatan. Sebelum dipanggang dipipihkan terlebih dahulu, ketebalan tergantung selera.
Mantap banget makan roti cane ini sambil dicocol ke kuah karenya.. hmmmm ajiiibbb.. Si ayah sampe nambah dan nambah lagi, ga peduli perut sudah buncit. Roti Cane ini juga lezat disantap dengan susu kental manis. Silahkan dicoba resepnya.. :)
Senin, 11 Mei 2015
Rabu, 11 Maret 2015
Chocolate Heart Cookies (CHC)
Toples rumah nganggur alias kosong melompong, bikin malu deh kalau ada tamu. Mau beli ke luar males bo, hujan melulu tiap hari. Lagian repot juga kalau belanja keluar tanpa si ayah sambil bawa dua anak ini, satu balita yang aktif pisan ga mau diem, yang satu lagi masih orok yang laper atau bosen dikit langsung berisik owek-oweekk.. Yo wis langsung deh ubek-ubek lemari dapur, lumayan masih ada tepung terigu dan margarin, tapi telur? yaaa..habis cinn.. ah, gampang, untuk apa tinggal di samping warung kalo telur habis aja sampe pusing tujuh keliling..wkwkwkwk..
Hmm..bikin apa ya? Seketika langsung inget pernah lihat resep Basic Vanilla Cookie Dough punya Martha Stewart, dengan semangat berkobar langsung ngumpulin bahan dan praktek. Sempat bingung juga mau dibikin model apa si Vanilla Cookie ini? thumbprint kah? tiba-tiba tersadar eike punya cutter bentuk hati yang belum pernah dipake dan DCC yang masih berdiam diri nongkrong di lemari. Ok lah kita bikin CHC alias Chocolate Heart Cookies, haha ngarang-ngarang nama sendiri tapi wokehhh kaaann.. ini dia hasilnya:
Hehehe.. agak berantakan ya?! yaa harap maklum lah, secara baking sambil ngurus 1 balita dan 1 orok itu bener-bener bikin kepala cekot-cekot. Resep aslinya bisa dilihat di sini, untuk memudahkan saya tulis ulang resepnya ke dalam bahasa Indonesia.
3 cups tepung terigu serba guna/ protein sedang (saya pakai segitiga biru)
3/4 sdt baking powder (hilangkan jika membuat thumbprints, ball cookies, atau spritz cookies)
1/2 sdt garam (hilangkan jika menggunakan mentega atau margarin yang salted)
2 stick mentega tawar (saya pakai margarin asin/salted) ket: 1 stick mentega= 113,4g
1 cup gula pasir
1 butir telur ukuran besar
2 sdt ekstrak vanili
- Campur terigu, baking powder, dan garam dalam mangkuk besar.
- di tempat lain, kocok mentega dan gula pasir dengan mixer pada kecepatan sedang-tinggi sampai pucat dan mengembang.
- Masukkan telur dan vanili, kocok kembali.
- Kurangi kecepatan mixer menjadi rendah, lalu tambahkan campuran tepung, kocok sampai rata.
- Bentuk atau cetak sesuai selera, lalu oven di suhu 150 derajat celcius sekitar 20-25 menit atau tergantung oven masing-masing.
untuk membuat Chocolate Heart Cookies ini saya menggiling adonan terlebih dahulu, kemudian mencetaknya menggunakan cutter bentuk hati. Setelah matang, cookies dicelupkan bagian atasnya ke dalam DCC yang sudah dicairkan. Masukkan dalam kulkas agar coklat cepat mengeras kembali.
Hmm..bikin apa ya? Seketika langsung inget pernah lihat resep Basic Vanilla Cookie Dough punya Martha Stewart, dengan semangat berkobar langsung ngumpulin bahan dan praktek. Sempat bingung juga mau dibikin model apa si Vanilla Cookie ini? thumbprint kah? tiba-tiba tersadar eike punya cutter bentuk hati yang belum pernah dipake dan DCC yang masih berdiam diri nongkrong di lemari. Ok lah kita bikin CHC alias Chocolate Heart Cookies, haha ngarang-ngarang nama sendiri tapi wokehhh kaaann.. ini dia hasilnya:
Hehehe.. agak berantakan ya?! yaa harap maklum lah, secara baking sambil ngurus 1 balita dan 1 orok itu bener-bener bikin kepala cekot-cekot. Resep aslinya bisa dilihat di sini, untuk memudahkan saya tulis ulang resepnya ke dalam bahasa Indonesia.
Basic Vanilla Cookie Dough (Martha Stewart)
Bahan:
3 cups tepung terigu serba guna/ protein sedang (saya pakai segitiga biru)
3/4 sdt baking powder (hilangkan jika membuat thumbprints, ball cookies, atau spritz cookies)
1/2 sdt garam (hilangkan jika menggunakan mentega atau margarin yang salted)
2 stick mentega tawar (saya pakai margarin asin/salted) ket: 1 stick mentega= 113,4g
1 cup gula pasir
1 butir telur ukuran besar
2 sdt ekstrak vanili
Cara Membuat:
- Campur terigu, baking powder, dan garam dalam mangkuk besar.
- di tempat lain, kocok mentega dan gula pasir dengan mixer pada kecepatan sedang-tinggi sampai pucat dan mengembang.
- Masukkan telur dan vanili, kocok kembali.
- Kurangi kecepatan mixer menjadi rendah, lalu tambahkan campuran tepung, kocok sampai rata.
- Bentuk atau cetak sesuai selera, lalu oven di suhu 150 derajat celcius sekitar 20-25 menit atau tergantung oven masing-masing.
untuk membuat Chocolate Heart Cookies ini saya menggiling adonan terlebih dahulu, kemudian mencetaknya menggunakan cutter bentuk hati. Setelah matang, cookies dicelupkan bagian atasnya ke dalam DCC yang sudah dicairkan. Masukkan dalam kulkas agar coklat cepat mengeras kembali.
Jumat, 19 Desember 2014
Impian Kecilku yang Besar
Mimpiku tak terlalu tinggi, bukan karena aku seorang apatis.
Melihat anak-anakku tersenyum dengan tubuhnya yang sehat sudah membuat hatiku
tenang. Menyaksikan keluarga kecilku hidup rukun tanpa beban merupakan anugrah
bagiku. Jadi, untuk ibu rumah tangga sepertiku rasanya tak perlu lagi aku mengidamkan
sesuatu yang berlebihan, yang mungkin di luar jangkauanku.
Meskipun
mimpiku sederhana, namun tak mudah bagiku untuk mewujudkannya. Di balik
keyakinanku akan terwujudnya mimpi sederhanaku itu, aku berjuang selayaknya
seorang ibu dan istri yang mencintai keluarganya. Bukan dengan harta, bukan
pula dengan sekedar tenaga. Aku mengerahkan segala insting yang kupunya dan
memadukannya dengan perasaan dan pikiran.
Tangis,
tawa, bosan, semua silih berganti menghiasi perjuanganku itu. Ada kalanya
suamiku justru menjadi penghancur semangatku karena seringkali kami berbeda
pandangan dan pendapat. Jika sudah begini aku harus memikirkan cara lain yang
tak akan mengobarkan nyala api dalam rumah tangga kami. Memertahankan pendapat
demi sebuah prinsip memang perlu dilakukan, tapi tidak seharusnya aku mendorong
egoku sampai mengorbankan keharmonisanku dengan suami. Jika itu terjadi maka
pupuslah sudah mimpi sederhanaku, anak-anakku menjadi korban dan aku mendapat
predikat ibu yang egois.
Memang
tak mudah dan perlu mental yang kuat. Bahkan untuk menjadi ibu rumah tangga
seperti sekarang saja aku harus mengorbankan banyak hal. Pendidikanku yang
tamatan S1 tidak terpakai sama sekali, ijazahku teronggok rapi di laci lemari
pakaian. Tubuhku yang semasa gadis selalu ku rawat, kini hampir tak kupedulikan
lagi karena tubuh indah dan kulit mulus bukan lagi menjadi tujuanku kini. Cukup
perawatan sederhana dan tidak mempermalukan suamiku sudah cukup bagiku. Seluruhnya kuutamakan untuk suami dan
anak-anakku.
Kelak
aku yakin mimpiku akan kebahagiaan keluarga kecilku ini pasti terwujud, atau
mungkin aku hanya perlu memertahankannya karena kini aku sudah merasakan
kebahagiaan itu. Walau memang seringkali kobaran api memerlihatkan sedikit
gejolaknya, jika itu terjadi aku kembali mencari pemadam dan berusaha menjadi
penyejuk agar suasana kembali nyaman dan terkendali.
Rabu, 22 Oktober 2014
Menanti Kelahiran
Alhamdulilah kini usia kandungan telah memasuki usia 38 minggu, artinya sekitar 2 minggu ke depan anak ke dua saya akan lahir ke dunia. Harap-harap cemas pun melanda. Antara ingin segera melahirkan tapi juga ada rasa grogi menghadapi proses persalinan nanti.
Pada persalinan ke dua nanti dokter sudah mengatakan bahwa insyaAlloh saya bisa melahirkan secara normal. Kasus sungsang beberapa waktu lalu alhamdulilah telah teratasi karena berkat rajinnya sujud setiap hari serta doa dari sanak saudara, akhirnya janin dalam rahim saya bisa membalikkan tubuhnya ke posisi normal, meskipun dalam keadaan leher masih terlilit tali pusar. Saat terakhir USG pun lilitan itu masih ada, meskipun begitu dokter tetap meyakinkan saya insyaAlloh bisa melahirkan normal.. alhamdulilah..
Sekarang yang saya rasakan adalah nyeri di daerah punggung dan pinggang, terkadang juga terasa seperti ada tekanan ke arah bawah dan rasanya lumayan ngilu..terutama saat berjalan. Pernah beberapa hari yang lalu saya merasakan kontraksi yang lumayan sering setiap 20 menit sekali dan sekali kontraksi lamanya bisa sekitar 46 detik, saya menghitung menggunakan aplikasi android yang sudah terinstall jauh2 hari. Saya merasakan kontraksi itu sejak sore hingga subuh keesokan harinya. Rasanya berawal dari daerah pinggul kemudian naik ke atas dan menyebar ke perut..tapi tidak ada keluar lendir atau darah dan perlahan rasa mulas dan kontraksi itu hilang dengan sendirinya. Hufft.. saya kira saya akan melahirkan saat itu, ternyata belum waktunya.
Mungkin adiknya Alvin ini memang masih betah di dalam atau mungkin juga dia masih memberi waktu pada ayah dan mamanya untuk mencari nama untuknya. Ya, memang kami masih belum mendapatkan nama yang cocok, kecuali nama depan dan akhir insyaAlloh akan sama dengan nama Alvin.
Tak sabar rasanya ingin segera melihat wajah anak ke dua saya karena setiap di USG wajahnya tidak pernah terlihat jelas, maklum hanya USG 2D. Sekarang yang bisa saya lakukan hanya berdoa agar segera dipertemukan dengan anak saya ini sambil terus berusaha memancing kontraksi dan mendorong jalan lahir, seperti jalan kaki, senam berdiri-jongkok, tidur miring ke kiri, 'hb' dengan suami..semoga saat-saat yang dinanti itu segera tiba,,amin yra..
Selasa, 30 September 2014
Sungsang Bikin Galau
Begini toh galaunya ibu hamil..ketika mengetahui hasil USG bahwa letak janin sungsang sejak usia 7 bulan. Nasehat dokter, perbanyak sujud dan dalam tempo yang lama, minimal 15 menit. Dalam prakteknya saya selalu menyempatkan sujud selama yang saya mampu, kalau pegal di leher belum terlalu parah saya akan lanjut sujud bahkan sampai ketiduran. Sehari bisa sampai tiga sampai lima kali, yaa sesempatnya saya, maklum jadi ibu rumah tangga dengan anak balita dan tanpa ART itu benar-benar menyita banyak waktu saya di saat hamil ke dua ini.
Kegalauan bertambah ketika beberapa hari yang lalu saya melakukan kontrol rutin ke dokter kandungan yang sudah masuk 2 minggu sekali di usia 34 minggu ini. Bagaimana tidak, hasil USG menyatakan bahwa janin dalam rahim saya masih tetap sungsang dan ternyata penyebab letaknya tetap sungsang itu adalah adanya 2 lilitan tali pusar di lehernya. Membayangkan ada satu lilitan tali pusar saja saya tidak pernah berani tapi kenyataannya lebih parah dari itu, ada 2 lilitan..yaa Alloh kenapa bisa begini...
Saya lihat wajah suami berubah cemas, dia pun menanyakan pada dokter perihal berbahaya atau tidaknya hal ini serta mengenai proses persalinannya kelak. Dokter mengatakan lilitan tali pusar dapat berbahaya bagi janin jika lilitannya erat, maka saya diwajibkan untuk terus memerhatikan gerakan janin setiap harinya. Dengan kartu gerak janin yang sudah diberikan pada kontrol sebelumnya saya harus terus mengawasi. Jika dalam 12 jam gerakan janin kurang dari 8 gerakan maka saya diwajibkan untuk segera mendatangi RS untuk kemudian dilakukan tindakan untuk menyelamatkan nyawa bayi dalam rahim saya. Mendengar hal itu saya semakin cemas karena perkataan dokter menandakan bahwa janin saya dalam keadaan yang bisa membahayakan nyawanya.
Lalu mengenai proses persalinannya dokter mengatakan akan sulit dan beresiko besar jika melalui persalinan normal. Letak sungsang serta terdapatnya 2 lilitan pada leher janin benar-benar kondisi yang sulit jika dilakukan persalinan normal. Resikonya janin bisa tercekik dan sulit mendapat pasokan oksigen dari tali pusar. Lain hal jika hanya terdapat lilitan tali pusar dan posisi yang normal, yaitu kepala di panggul (tidak sungsang), hal ini lebih memungkinkan dilakukan persalinan normal.
Saya langsung lemas mendengarnya, saat itu saya berusaha untuk tidak menangis, jujur saya ingin sekali melahirkan normal seperti anak pertama saya Alvin. Saya takut jika harus melakukan operasi karena yang saya tahu operasi caesar lebih banyak resikonya..tapi jika memang itu jalan satu-satunya untuk keselamatan anak saya yaa mau bagaimana lagi saya pasrah.
Beruntung dokter kandungan saya masih menyemangati saya dan memberi saya harapan. Dokter menyarankan saya untuk terus rajin bersujud, bahkan beliau menambahkan sambil bersujud sambil berdoa dan berdzikir, "Insya Allah, bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin, jadi mohon pertolongan sama Allah. Yakin dan terus berusaha." Itu perkataan menyejukkan yang dikatakan dokter. Sungguh mengobati sedikit kecemasan saya. Beruntung dokter yang saya pilih ini bukan tipe dokter yang main langsung vonis harus caesar. Justru dokter menyarankan saya untuk optimis, ikhtiar dan berdoa.
Sekarang walaupun kemungkinannya kecil untuk bisa berubah posisi dalam keadaan leher terlilit, namun saya tetap mengikuti saran dokter. Tiap hari saya masih rajin memperlama sujud, ketika shalat pun sujudnya diperlama. Berdoa itu sudah pasti, selain itu juga saya sering berbicara pada janin diperut saya agar dia mau berusaha melepaskan lilitan di lehernya, Alvin pun kadang-kadang ikutan berbicara pada adiknya di perut sambil mengelus perut saya..Hal ini menguatkan saya untuk terus optimis bahwa keadaan akan lebih baik. Semoga saja...
Selasa, 23 September 2014
Biwir Nyiru Rombengeun
Hidup bertetangga itu kadang
membingungkan. Di satu sisi tetangga itu adalah keluarga kedua karena merekalah
yang akan dimintai bantuannya ketika kita mengalami suatu kondisi darurat dan
harus segera memperoleh bantuan, namun di sisi lain tetangga juga bisa menjadi momok
ketika kita berusaha sejauh mungkin dengan yang namanya gibah atau bergunjing.
Biasanya ini terjadi di kalangan ibu-ibu,
walaupun tak bisa dipungkiri bahwa bapak-bapak pun ada yang hobinya bergunjing.
Kalau sudah menghadapi tetangga model begini biasanya kita akan dihadapkan pada
dua buah ujian, ujian yang pertama, tetap mendengarkan gunjingan dengan resiko
tanpa sadar kita terhipnotis untuk turut serta bergunjing karena sesungguhnya
bagi beberapa orang bergunjing itu mengasyikkan bahkan bisa membuat kita
melupakan hal lain yang lebih penting. Ujian yang kedua, pamit pergi
meninggalkan orang yang tengah bergunjing tersebut dengan resiko akan masuk
daftar blacklist untuk kemudian
dijadikan bahan gunjingan pada tetangga lain. Akhirnya buruklah nama kita di
mata tetangga lain, tak ada lagi undangan hajatan sampai ke rumah kita, tak ada
lagi senyum ramah dari para tetangga dan yang paling parah tak ada bantuan yang
kita peroleh ketika kita menghadapi kondisi darurat seperti yang saya sebutkan
di atas. Memang terdengar berlebihan, tapi itu kenyataan yang terjadi di
masyarakat kita dewasa ini bahkan mungkin sudah terjadi sejak jaman nenek
moyang.
Ternyata memang tidak mudah hidup bertetangga, dengan
keragaman sifat dan kebiasaan para tetangga membuat kita harus pintar-pintar
membawa diri agar tidak terjebak dan menjerumuskan diri sendiri atau orang
lain. Di negara ini atau di manapun kita pasti bertemu dengan orang yang “Biwir nyiru rombengeun”, atau
jangan-jangan anda termasuk orang seperti itu..(insyaAllah bukan). Biwir nyiru rombengeun adalah sebuah
pribahasa Sunda yang artinya seseorang yang senang membicarakan segala sesuatu
(termasuk rahasia) tanpa mempertimbangkan baik buruknya.
Orang-orang yang senang bergunjing rata-rata
adalah orang yang tidak bisa menyimpan rahasia orang lain dan pada akhirnya
membongkar rahasianya sendiri dan juga keburukannya sendiri. Ya, sangat cocok
disebut biwir nyiru rombengeun. Biwir nyiru rombengeun berasal dari tiga
suku kata, yaitu biwir yang artinya
bibir, nyiru yang artinya tampah yang
terbuat dari buluh atau rotan, rombengeun
yang artinya barang bekas atau rusak. Jika disatukan dapat diartikan ke dalam
bahasa Indonesia, yaitu memiliki bibir seperti tampah rusak, bukan dalam bentuk
fisik melainkan perkataan yang terucap dari bibirnya tidak layak didengar.
Istilah yang cocok untuk orang yang senang bergunjing.
Semoga kita terhindar dari orang-orang yang memiliki biwir nyiru rombengeun, jika terpaksa
berhadapan dengan orang seperti itu maka hadapilah dengan bijak, jangan sampai
ikut terjerumus dan menjadi bagian dari mereka. Hidup bertetangga bukan hal
yang mudah, ada baik dan buruk di sana. Senantiasa kita harus menjaga
silaturahmi dengan tetangga layaknya keluarga, saling tolong menolong hendaknya
dijadikan kebiasaan. Namun kita pun perlu berhati-hati dalam bergaul dengan
tetangga, membatasi pembicaraan tetap diperlukan agar tidak ada gunjingan dalam
pembicaraan kita, sehingga kita terhindar dari gibah yang dilarang agama. Agar tidak terlibat dalam pergunjingan maka
hindarilah dengan cara yang baik dan berkenan, contohnya berpura-pura kebelet buang air kecil lalu pamit masuk
ke rumah atau berpura-pura lupa mematikan kompor dan langsung berlari masuk ke
rumah. Asal tidak dengan cara yang menyakiti tentu kita bisa menghindari
pergunjingan dan tetap memelihara silaturahmi dengan tetangga.
Rabu, 03 September 2014
Kue Ulang Tahun untuk Alvinkuuu..
Walaupun perut semakin besar, kaki bengkak-bengkak n napas mulai ngos-ngosan..tapi di usia kandungan 30 minggu ini saya tetap semangat bikinin kue ultah untuk Alvin. Meskipun gak ada perayaan ulang tahun tapi sejak jauh-jauh hari Alvin udah request minta dibikinin kue ultah berbentuk mobil. Akhirnya cari-carilah di youtube tutorial dekorasi kue berbentuk mobil. Dari yang ribet sampe yang asal-asalan bin berantakan ada semua di youtube. Agak males juga klo dapetnya tutorial yang lebih banyak ngomongnya dari pada prakteknya, alhasil cari lagi video lain.. sampe akhirnya dapet juga model mobil VW yang gak susah-susah amat bikinnya. Walaupun gak 100% sama krn pengen juga menerapkan ide di otak yang lumayan kreatif (agak nyombomg dikit :p).
Awalnya pengen banget si kue ultah dekornya bener-bener secara keseluruhan pake butter cream aja.. tapi koq hati ini agak2 penasaran dengan yang namanya fondant. Denger-denger sih si fondant ini manisnya kebangetan tp teteuup.. penasaran juga pengen nyobain ngebentuk-bentuk n menuangkan ide kreatif pake fondant, kyanya rasanya mirip kya main lilin alias playdough yang suka dimainin Alvin. Jadi deh saya beli fondant pas belanja bahan-bahan kue. Waktu search di google merk Satin Ice itu recomended bgt karena katanya baunya enak dan manisnya ga terlalu giung bahasa sundanya mah.. tp sayangnya di TBK tempat saya belanja waktu itu gak ada merk Satin Ice, adanya cuma Bakels. Ya udah dari pada gak ada akhirnya saya beli juga tuh bakels.
Berhubung belanjanya mendadak jadinya bikin kuenya juga mendadak.. Tepat bgt di hari ultah Alvin. Pagi-pagi sambil ngebangunin Alvin, saya cium n peluk Alvin sambil ngucapin "Happy birth day.." Alvin bangun sambil senyum ngantuk..terus dia duduk sambil kucek-kucek mata n nanya, "Kue mobilnya udah jadi, mah?" Halaaah.. diriku agak2 kecewa sama diri sendiri krn gak bisa bikin surprise di hari ultahnya krn si kue masih belum diproses. Akhirnyee setelah selesai ngerjain semua kerjaan rumah dan si ayah udah berangkat kerja saya langsung ngebut bikin kue.. sambil digerecokin Alvin tentunya..
Kue ultah Alvin base cakenya pakai resep brokusnya ncc yang lumayan boros telur menurut saya yang rada irit ini..tp gak apa-apalah demi anak, sekali setaun gak apa-apa toh boros telur..hehe.. lagipula brokus ini memang enak dan nyoklat bgt, secara selain pake coklat bubuk si adonan juga pake DCC. Tapi untuk lapisannya saya gak pake meises melainkan pake chocolate ganache..trs setelah dioles buttercream, atasnya disiram lagi pake ganache..jadinya super duper nyoklat..
Tapi ga cuma coklat dan VW brownies lapis fondant yang nempel di situ krn saya juga kasih tambahan rumput-rumput dari buttercream. di keliling kuenya juga saya kasih buttercream bentuk anyaman..jadinya lumayan unik kan bentuk kuenya..hehe narsis..
Alvin seneeeng bgt lihat kue pesenannya jadi dan sesuai keinginannya.. Selamat ulang tahun yang ke-4 Alvin..semoga semua harapan mama dan ayah untukmu dikabul Allah SWT.. Aminnn..karena semua orang tua pasti selalu berharap yang terbaik untuk anaknya. :)
Langganan:
Postingan (Atom)




