Minggu, 10 Desember 2017

Bola-Bola Tuna Berbumbu


Satu bulan sudah kami sekeluarga tinggal di Papua, tepatnya di kota Jayapura. Beginilah jika suami memiliki pekerjaan yang mengharuskan pindah tugas ke daerah tertentu setiap beberapa tahun sekali, saya dan anak-anak pun jadi ikut pindah karena menurut kami itulah yang terbaik daripada tinggal terpisah dari ayahnya anak-anak. Hikmahnya kami jadi memiliki pengalaman merasakan tinggal di tempat yang sangat berbeda dari daerah tempat tinggal kami sebelumnya yaitu kota Bogor.

Tinggal di Papua yang memiliki hasil laut yang melimpah karena dekat dengan laut, membuat kami sekeluarga lebih sering mengkonsumsi ikan laut. Selain karena ikan laut baik untuk otak anak, penghematan juga merupakan salah satu alasan kami lebih sering membeli ikan laut sebagai lauk. Harga ikan tuna sirip kuning di sini hanya dibandrol 35 ribu rupiah per ekor,  jika membeli 3 ekor penjual biasanya memberi harga 100 ribu. Murah sekali! Bayangkan saja, 1 ekor ikan beratnya hampir  2kg. Di Bogor belum tentu saya bisa dapat ikan segar semurah itu.. Tapi di musim-musim tertentu harga ikan laut di sini pun bisa melonjak tajam, seperti saat cuaca di laut sedang tidak bagus.

Seringnya menyajikan masakan berbahan dasar ikan laut mengharuskan saya lebih kreatif dalam memasak. Membuat kreasi masakan yang berbeda setiap harinya agar suami dan terutama anak-anak tidak bosan dengan menu ikan. Jika sedang tidak punya ide saya pun sering kali berselancar di dunia maya mencari resep atau sesekali mengandalkan kliping resep yang saya miliki sejak masih di Bogor. Nah, kali ini saya memasak Bola-Bola Tuna Berbumbu. Resepnya saya peroleh dari kliping resep yang asalnya dari potongan tabloid Saji. Judul aslinya Bola-Bola Ikan Berbumbu. Berikut saya tulis ulang resepnya di sini.

Bola-Bola Tuna Berbumbu


Bahan:
300g daging ikan tuna giling
2 lembar daun jeruk
1 sendok teh garam
1 sendok teh gula pasir
1 lembar daun salam
1 batang serai, dimemarkan
2 sendok makan minyak utk menumis
Minyak utk menggoreng.

Bumbu Halus:
1 buah cabai merah besar (saya tdk pakai)
2 siung bawang putih
4 siung bawang merah
1cm kunyit, dibakar
1 buah tomat, dibuang bijinya
3 butir kemiri, disangrai

Bahan Pencelup, Aduk Rata:
125g tepung terigu protein sedang
25g maizena
1/2 sendok teh garam
1/4 sendok teh baking powder
175ml air

Cara Membuat:
1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, masukkan batang serai, daun jeruk dan daun salam sampai harum. Sisihkan. Dinginkan.
2. Aduk rata daging ikan tuna,  gula dan bumbu tumis. Ambil sedikit adonan. Bentuk bulat.
3. Celupkan ke dalam bahan pencelup.
4. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang. Angkat, tiriskan.

 Selamat mencoba! 😊

Jumat, 10 Juni 2016

Menaklukan si OPERA CAKE

Akhirnya ada juga kesempatan untuk laporan tentang eksekusi opera cake yang sudah saya bikin minggu lalu. Sebenarnya sudah lama saya ingin sekali membuat opera cake tapi selalu patah semangat karena melihat lapisan-lapisannya itu lho.. bikin cape duluan, haha..emang dasarnya males aja kali yee...

Berhubung suami tercinte lagi ulang tahun, jadi ada alasan deh untuk menyatukan lagi semangat yang sempat patah itu. Akhirnya saya beranikan diri untuk menaklukan si opera cake yang katanya ribet bikinnya tapi memuaskan lidah. Ternyata oh ternyata.. memang rada ribet untuk orang seperti saya, apalagi dua bocah yang buntutin terus di belakang. Jadi saya bikin dengan cara dua tahap di waktu yang berbeda. Hari pertama saya bikin chocolate ganache dan coffee buttercream, hari ke dua baru deh saya bikin sponge cake nya. Oh, ya saya tidak pakai jaconde ya karena memang sedang tidak punya persediaan almond bubuk di rumah.

Seperti biasa saya belum bisa ngarang-ngarang resep sendiri, maklum hanya koki rumahan, hehe.. jadi saya masih menggunakan resep orang lain. Kali ini saya contek resepnya mbak Ricke Indriani namun tanpa jaconde. Sponge cakenya saya menggunakan resep ncc.

Ini penampakan Opera Cake yang saya buat. Masih belum sempurna dan tanpa dekorasi. Datar aja kaya lapangan bola..hehe... tapi rasanya memang enak banget ternyata, bukan narsis lho.. tapi kenyataan. Sampe bikin saya dan suami gagal diet, hihi... kalau gak percaya coba deh bikin.




OPERA CAKE
ditulis oleh Ricke Indriani

 
Coffee syrup:
100 ml air
2 sdm gula pasir
1 sdm kopi instant
---> Panaskan air dan gula pasir hingga mendidih, masukkan kopi. Aduk rata. Dinginkan.


Chocolate ganache:
250 gram whip cream dairy cair/fresh cream
250 gram dark cooking chocolate, cincang kecil
---> Panaskan whip cream cair/fres cream jangan sampai mendidih (cukup hingga bagian pinggirannya mulai bergelembung kecil). Matikan api. Masukkan dark cooking chocolate cincang. Diamkan 5 menit hingga coklat meleleh. Aduk-aduk dengan hand whisk sampai rata dan licin. Dinginkan di suhu ruang. Masukkan ke dalam kulkas hingga mengental seperti selai dan bisa dioles.


Coffee buttercream (silahkan pilih salah satu saja) Versi I (French coffee buttercream):
10 gram kopi instant
15 gram air panas
1 telur utuh
1 kuning telur
100 gram gula pasir
60 gram air
1 sdt vanilla
200 gram unsalted butter dingin, potong-potong dadu, biarkan di suhu ruang
--->Aduk rata kopi instant dan air panas. Dinginkan. Sisihkan.
Kocok telur dan kuning telur hingga pucat dan berbusa.
Sementara itu panaskan gula pasir dan air di atas api hingga mendidih dan mengental. Masukkan perlahan gula cair panas ke dalam kocokan telur sambil dikocok perlahan. Setelah gula cair masuk seluruhnya, kocok dengan kecepatan tinggi hingga mengental dan mengkilap, masukkan vanilla. Kocok terus hingga dingin suhu ruang.
Masukkan unsalted butter secara bertahap sambil dikocok rata dengan kecepatan rendah. Setelah butter seluruhnya masuk, kocok dengan kecepatan tinggi hingga mengembang dan ringan. Masukkan larutan kopi. Kocok rata. Simpan di kulkas dalam wadah tertutup hingga akan digunakan.



Versi II (coffee white chocolate buttercream)
1 sdm kopi instant
1 sdm air panas
250 gram unsalted butter dingin, potong-potong dadu, biarkan di suhu ruang
150 gram susu kental manis putih
100 gram white cooking chocolate, lelehkan, biarkan sampai agak dingin
1/2 sdt pasta mocca (optional)
--->Campur kopi instant dan air panas, dinginkan. Sisihkan.
Kocok unsalted butter hingga lembut dan creamy. Masukkan susu kental manis. Kocok kembali hingga mengembang ringan. Masukkan white cooking chocolate leleh, kocok rata. Masukkan pasta mocca, kocok rata. Simpan dalam kulkas sampai akan digunakan.



Jaconde Cake (Almond Sponge Cake)
Bahan:
225 gram almond bubuk
200 gram gula halus (gula bubuk)
70 gram terigu protein sedang
6 butir telur utuh
1/2 sdt vanilla
50 gram unsalted butter, lelehkan
6 putih telur
1/4 sdt garam
50 gram gula pasir halus


Cara membuat Cake:
1. panaskan oven suhu 200'C. Siapkan 4 buah loyang ukuran 22x22 cm tinggi 3 cm, alasi dengan kertas roti, oles tipis dengan margarin. Sisihkan.
2. Campur almond bubuk, gula halus dan terigu dalam sebuah wadah besar. Aduk rata. Sisihkan.
3. Kocok telur dengan kecepatan tinggi hingga kental. Tuang ke campuran almond dan terigu sambil diaduk rata secara perlahan. Masukkan vanilla dan butter leleh. Aduk rata. Sisihkan.
4. Kocok putih telur dan garam hingga berbusa, tambahkan gula pasir halus sedikit demi sedikit sambil dikocok terus hingga mengembang soft peak form. Jangan sampai terlalu kaku (hard peak form) karena akan membuat tekstur cake menjadi kering dan sulit untuk dicampur rata dengan adonan almond.
5. Masukkan adonan putih telur ke dalam adonan almond secara bertahap sambil diaduk balik perlahan (fold) sampai rata. Aduk perlahan tetapi jangan terlalu lama diaduk karena akan membuat adonan putih telur menjadi banyak kehilangan udara.
6. Tuang ke dalam 4 buah loyang yang telah disiapkan. Panggang suhu 200'C sampai matang 7-10 menit. Jangan terlalu lama karena adonan tipis, jika terlalu lama cake akan menjadi kering.
7. Angkat cake dan segera keluarkan dari loyang, kelupas kertas rotinya. Dinginkan.

Penyusunan:
Siapkan loyang ring tanpa alas yang dilapisi plastik mika di sisinya. Atau jika tidak punya, bisa langsung menyusun cake dan dioles filling.
Letakkan selembar cake, basahi dengan coffee syrup hingga rata. Oleskan dengan setengah bagian coffee buttercream merata. Tumpuk lagi dengan selembar cake, basahi dengan coffee syrup dan oles dengan setengah bagian chocolate ganache. Tumpuk lagi dengan selembar cake. Lakukan hingga selesai (4 lapis jaconde cake, 2 lapis coffee buttercream, 2 lapis chocolate ganache). Dinginkan di dalam kulkas agar cake dan fillingnya menjadi set dan kokoh.


Chocolate glaze (ganache siram):
80 gram whip cream cair
120 gram dark cooking chocolate, cincang kecil
3 sdm madu
1 sdm minyak goreng (bisa juga dengan unsalted butter)
--->Panaskan whip cream cair/fres cream jangan sampai mendidih (cukup hingga bagian pinggirannya mulai bergelembung kecil). Matikan api. Masukkan dark cooking chocolate cincang. Diamkan 5 menit hingga coklat meleleh. Aduk-aduk dengan hand whisk sampai rata dan licin. Masukkan madu dan minyak goreng. Aduk rata.

Keluarkan cake dari kulkas, lepaskan dari ring dan mikanya.
Siramkan chocolate glaze ke atas permukaan cake hingga merata. Masukkan kembali ke dalam kulkas hingga glaze agak set.
Rapikan bagian sisi cake dengan mengirisnya menggunakan pisau panjang bergerigi yang dicelup ke air panas dan dilap kering. Setelah selesai merapikan satu sisi, bersihkan pisau. Celupkan kembali ke air panas dan dilap kering. Lakukan lagi pada sisi yang lain hingga keempat sisinya rapi.
Simpan opera cake dalam suhu dingin hingga saat akan disajikan.


Abang Alvin pengen ikut eksis bareng opera cake



Gimana? panjang kan tahapannya.. jangan lemes dulu... atau tunggu moment yang pas untuk membuatnya, seperti saya, hehe.. Oh, ya untuk resep sponge cake nya saya menggunaka resep NCC, silahkan mampir aja ke web nya, ok.. karena di sini udah kepanjangan takut pada males bacanya, hihi..



Selasa, 31 Mei 2016

Melawan Ego demi #BahagiadiRumah

Berdandan di pagi hari agar bisa tampil fresh ketika sampai kantor. Mungkin itu yang dilakukan wanita yang berkarier di luar rumah. Berbeda dengan ibu rumah tangga seperti saya yang tak pernah sempat berdandan meskipun bangun sejak subuh. Ya, mungkin tidak semua ibu rumah tangga seperti saya. Mungkin masih ada yang menyempatkan diri untuk berdandan, karena tidak percaya diri keluar tanpa polesan wajah ketika mengantar anak ke sekolah. Sebenarnya saya pun seperti wanita pada umumnya, ingin juga sesekali tampil cantik tapi aktifitas mengurus rumah, mengurus dua anak laki-laki yang masih balita dan sedang aktif-aktifnya, mengantar anak ke sekolah, memasak dan lain sebagainya, membuat saya tidak sempat memoles wajah bahkan kesempatan bercermin pun kadang tak ada. Terdengar berlebihan, namun itu lah adanya.

Resiko Menjadi Ibu Rumah Tangga
 
Memutuskan mencurahkan tenaga dan pikiran hanya untuk keluarga, tanpa bantuan pekerja rumah tangga dan tidak bekerja di luar rumah berarti harus mau menerima resiko. Bukan hanya resiko sepele seperti tak sempat berdandan, melainkan juga resiko dijadikan bahan gunjingan keluarga besar karena tidak memanfaatkan gelar sarjana yang sudah susah payah didapat. Maklum, di masyarakat luas sudah seperti sebuah keharusan bahwa seorang sarjana harus memanfaatkan gelarnya untuk mencari penghasilan. Paling tidak penghasilan harus sebanding dengan biaya yang dikeluarkan saat kuliah dulu.

Resiko lainnya adalah keterbatasan untuk bergaul. Tidak seperti jaman remaja dulu, saya bisa bergaul dengan siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Sekarang saya hanya bergaul dengan anak dan suami, haha.. tentu tidak, yaa setidaknya masih ada tetangga yang mau sesekali berbagi cerita dengan saya di saat senggang, dan satu lagi sahabat para ibu rumah tangga, ialah si abang tukang sayur.

Positifnya Menjadi Ibu Rumah Tangga
 
Aah.. menyedihkan sekali menjadi ibu rumah tangga, hanya bertemankan tetangga dan tukang sayur! Hey, tunggu dulu, tidak semuanya buruk. Justru banyak anak-anak yang tumbuh menjadi manusia sukses di luar sana berkat tangan dari para ibu yang mengabdi hanya untuk rumah tangganya. Hal itu bukan tanpa alasan karena anak-anak akan merasa sangat aman berada di tangan ibunya. Mereka merasakan kasih sayang sepenuhnya dari seorang ibu, bukan nenek atau bahkan pengasuh. Otomatis rasa nyaman muncul dan para anak yang tumbuh dengan kondisi seperti ini akan memiliki pondasi yang kuat untuk menghadapi dunia. Ini bukan kutipan dari tokoh hebat, melainkan keyakinan yang muncul dari saya sendiri seorang ibu rumah tangga yang memiliki harapan besar pada anak-anaknya.

Saya pun tidak munafik, seringkali saya merasa lelah dan bosan karena setiap hari dari tahun ke tahun hanya berada di lingkungan dan kondisi yang sama. Sesekali muncul juga keinginan untuk bekarier mengikuti jejak teman-teman sekolah saya yang sekarang mungkin sudah memiliki jabatan bagus dalam pekerjaannya. Terbesit juga keinginan untuk mencoba menggunakan jasa pekerja rumah tangga, namun melihat beningnya bola mata anak-anak saya yang masih tanpa dosa itu, berguguranlah keinginan-keinginan itu.
Rasanya kok tidak tega meninggalkan dan mempercayakan mereka pada orang lain. Menitipkan uang pada orang lain saja saya ragu apalagi menitipkan darah daging yang jelas jauh lebih berharga dari pada uang. Anak-anak saya bukan hanya darah daging saya, mereka adalah kebahagiaan saya. Sayang sekali jika saya menghabiskan waktu di luar rumah tanpa bisa menyaksikan proses tumbuh kembang mereka.

Nova Salah Satu Pahlawan Para Ibu Rumah Tangga




Dalam rangka Novaversary melalui tulisan ini saya hanya ingin berbagi kepada para wanita Indonesia khususnya ibu rumah tangga, bahwa sesungguhnya tidak buruk jika kita memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dan melawan ego kita akan keinginan berkarier di luar karena sesungguhnya menjadi ibu rumah tangga itu juga merupakan karier, karier yang mulia dan sangat besar pengaruhnya bukan hanya pada kehidupan rumah tangga, melainkan juga pada masa depan anak-anak kita kelak. Ganjarannya bukan berupa gaji atau uang tapi sebuah kebahagiaan, yaitu #BahagiadiRumah.


Selama 28 tahun sudah Tabloid Nova menjadi teman bagi wanita Indonesia. Isinya yang memuat informasi positif, seperti berbagai tips, resep masakan dan informasi penting lainnya membuat saya sebagai ibu rumah tangga dapat menepis sedikit demi sedikit rasa bosan yang sesekali muncul itu. Saya menjadi lebih percaya diri meskipun hanya sebagai ibu rumah tangga karena walaupun hanya di rumah namun saya tetap kekinian karena dapat mengetahui perkembangan jaman melalui tabloid Nova. Bahkan saya banyak memelajari resep-resep makanan dari Nova, sehingga kini saya bisa menghasilkan uang meski hanya di rumah dengan cara menerima pesanan kue dan masakan.

Di Usia yang semakin dewasa ini semoga Nova semakin berkembang dalam hal-hal yang positif. Perbanyak lagi tips-tips terutama tentang rumah tangga dan parenting karena kedua hal itu dapat membantu kami ibu rumah tangga untuk mewujudkan impian kami, yaitu #BahagiadiRumah. Terimakasih Nova.



Rabu, 06 April 2016

Shirt and Tie Cake

Ini kali ke-2 saya mengerjakan 3D cake berbungkus fondant. Sebelumnya saya pernah membuat 3D cake berbentuk VW car untuk ulang tahun Alvin anak sulung saya.. untuk yang belum tahu, bisa dilihat di sini. Kali ini 3D cake berbentuk kemeja berdasi dibuat untuk memenuhi orderan dari seorang pelanggan setia yang sudah beberapa kali order kue kepada saya. Ceritanya shirt n' tie cake ini dipesan sebagai hadiah ulang tahun untuk suaminya.

 Ini dia penampakan kuenya...



Kekurangannya ada pada huruf di label bertuliskan "BOSS". Terlihat tidak rapih. Begitulah kalau kurang persiapan. Memang sejujurnya peralatan dekorasi cake saya memang belum lengkap terutama untuk fondant..mungkin karena saya terbiasa menggunakan buttercream saja jadi cutter atau alat pencetak huruf pun saya belum punya..hehe. Untungnya pelanggan setia saya ini orang yang baik, dia tidak komplain bahkan malah memuji, katanya kuenya enak dan bentuk kue sesuai dengan permintaannya.. Alhamdulilaaah... :)

Orderan kali ini benar-benar menjadi pelajaran untuk saya agar lebih luwes lagi bermain fondant dan tentunya saya akan melengkapi peralatan yang belum saya punya, supaya orderan akan lebih sempurna hasilnya. yg mau order 3D cake jangan khawatir.. krn sekarang peralatan yang saya miliki sudah lebih lengkap, jadi jangan takut ngorder yaa..insha Allah tidak akan mengecewakan.

Minggu, 17 Januari 2016

Jagung Manis Susu Keju Camilan Favorit Alvin


Camilan jagung ini mudah ditemui di mall-mall atau pusat perbelanjan di kota-kota besar, bahkan saya dengan mudah menjumpainya di komplek perumahan saya sendiri yang jauh dari jalan raya. Rata-rata untuk rasa susu keju penjual memberi harga Rp.10.000,-. Sering kali anak sulung saya Alvin merengek meminta dibelikan. Namun untuk alasan kesehatan dan penghematan tentunya saya lebih memilih untuk membuatnya sendiri di rumah. Ya, dengan bahan yang mudah didapat rasanya tidak ada salahnya untuk membuat sendiri, bahkan kita bisa memilih bahan-bahan yang berkualitas. Langsung saja, saya akan membagikan resepnya yang sangat mudah, bahkan anak kecil pun mungkin bisa membuatnya.

Jagung Manis Susu Keju

Bahan: - 2 bonggol jagung manis yang masih muda
- air untuk merebus jagung
- garam secukupnya
- susu kental manis
- keju cheddar parut
- butter atau margarine

Cara: - Rebus jagung, setelah terlihat hampir matang masukan garam dalam air rebusan lalu biarkan sebentar lagi. Tujuan pemberian garam untuk memberikan rasa gurih pada jagung.
- Setelah jagung matang, panas-panas langsung pipil jagung, bisa menggunakan pisau atau tangan jika tahan panas, hehe.. Kebetulan saya menggunakan Smile Mom pemipil jagung jadi lebih praktis.
 - Setelah dipipil, beri butter dan aduk rata.
- Kemudian beri susu kental manis sesuai selera dan parut keju di atasnya.
 - Jagung Manis Susu Keju pun siap dinikmati

Jika suka pedas bisa juga dikreasikan dengan menambahkan sambal botolan dan saus tomat, untuk yang satu ini pemakaian susu kental manis sebaiknya diskip. 

Mudah bukan? Jadi, segera buatkan untuk anak-anak anda tercinta pasti mereka suka. 

Selamat berkreasi.. :)

Senin, 11 Mei 2015

ROTI CANAI

Weekend paling seru kalau dinner di luar sambil menikmati suasana malam minggu bareng suami, mengenang masa-masa pacaran. Romantis ceritanyee.. tapi kalau sudah punya 2 buntut dan yang satu masih bayi jelas ga boleh egois donk..apalagi cuaca sedang mendung jadi suasana malam minggu yang spesial itu mau ga mau dilakukan di rumah aja bareng anak-anak.

Meskipun di rumah tapi ga ada cerita kita ga bisa makan enak, berpikir kreatif itu penting untuk ibu rumah tangga. Seminggu sekali boleh donk masak sesuatu yang beda, demi menyenangkan suami dan lidah sendiri tentunya. 

Weekend lalu sempat ngiler liat gambar roti cane plus kari daging di kedai yang menjual masakan khas Aceh dekat RS Hermina Bogor, tapi sudah terlanjur pesan mie Aceh jadi cukup nelan ludah saja sambil mupeng. Berhubung bahan-bahan ada semua dan siangnya sempat bikin kare sapi ala India yang super nampol pedesnya, jadilah saya nekad juga bikin roti cane di sore hari ba'da Ashar. Kebetulan sang misua udah pulang jadi bisa nitip si kecil beserta abangnya.

Saya dapatkan resepnya dari hasil browsing sana sini, sampai lupa catat sumbernya tapi rata-rata dari blog-blog yang saya kunjungi resepnya tidak jauh berbeda. Saya tuliskan di bawah resep yang saya pakai.



ROTI CANAI

Bahan: 
-1/2 kg tepung terigu 
-2 butir telur
-1/2 sdt garam
-125 ml minyak 
-1 sdm susu bubuk
-150 ml air hangat (bisa ditambah atau dikurangi, tergantung tingkat kelembapan yg diinginkan)
-mentega atau margarin secukupnya (untuk oles adonan)

Cara: 
-Campur terigu, garam, susu, telur dan minyak, aduk rata.
-beri air hangat sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis.
-setelah kalis dibagi menjadi beberapa bagian lalu dibulatkan (masing2 seberat 70gr). 
-tutup dengan plastik wrap, diamkan sekitar 1-2 jam.
-Ambil masing2 adonan bulat lalu giling sampai tipis. Oles permukaannya dengan margarin.
-Gulung dengan cara melipat-lipat seperti membuat kipas dari kertas. kemudan gulung lagi dari sisi kanan maupun kiri, yg satu gulung menghadap ke bawah, yg satu ke atas, hingga membentuk seperti huruf 'S'. Lalu gulungan atas dan bawah disatukan hingga menyerupai konde/ sanggul. Lakukan semua sampai habis. (untuk lebih jelas bisa search di youtube)
-Diamkan kembali 30 menit.
-Siap dipanggang di wajan datar sampai warna berubah kecoklatan. Sebelum dipanggang dipipihkan terlebih dahulu, ketebalan tergantung selera.

Mantap banget makan roti cane ini sambil dicocol ke kuah karenya.. hmmmm ajiiibbb.. Si ayah sampe nambah dan nambah lagi, ga peduli perut sudah buncit. Roti Cane ini juga lezat disantap dengan susu kental manis. Silahkan dicoba resepnya.. :)

Rabu, 11 Maret 2015

Chocolate Heart Cookies (CHC)

Toples rumah nganggur alias kosong melompong, bikin malu deh kalau ada tamu. Mau beli ke luar males bo, hujan melulu tiap hari. Lagian repot juga kalau belanja keluar tanpa si ayah sambil bawa dua anak ini, satu balita yang aktif pisan ga mau diem, yang satu lagi masih orok yang laper atau bosen dikit langsung berisik owek-oweekk.. Yo wis langsung deh ubek-ubek lemari dapur, lumayan masih ada tepung terigu dan margarin, tapi telur? yaaa..habis cinn.. ah, gampang, untuk apa tinggal di samping warung kalo telur habis aja sampe pusing tujuh keliling..wkwkwkwk..

Hmm..bikin apa ya? Seketika langsung inget pernah lihat resep Basic Vanilla Cookie Dough punya Martha Stewart, dengan semangat berkobar langsung ngumpulin bahan dan praktek. Sempat bingung juga mau dibikin model apa si Vanilla Cookie ini? thumbprint kah? tiba-tiba tersadar eike punya cutter bentuk hati yang belum pernah dipake dan DCC yang masih berdiam diri nongkrong di lemari. Ok lah kita bikin CHC alias Chocolate Heart Cookies, haha ngarang-ngarang nama sendiri tapi wokehhh kaaann.. ini dia hasilnya: 


Hehehe.. agak berantakan ya?! yaa harap maklum lah, secara baking sambil ngurus 1 balita dan 1 orok itu bener-bener bikin kepala cekot-cekot. Resep aslinya bisa dilihat di sini, untuk memudahkan saya tulis ulang resepnya ke dalam bahasa Indonesia.


Basic Vanilla Cookie Dough (Martha Stewart)


Bahan:


3 cups tepung terigu serba guna/ protein sedang (saya pakai segitiga biru)
3/4 sdt baking powder (hilangkan jika membuat thumbprints, ball cookies, atau spritz cookies)
1/2 sdt garam (hilangkan jika menggunakan mentega atau margarin yang salted)
2 stick mentega tawar (saya pakai margarin asin/salted) ket: 1 stick mentega= 113,4g 
1 cup gula pasir
1 butir telur ukuran besar
2 sdt ekstrak vanili

Cara Membuat:


- Campur terigu, baking powder, dan garam dalam mangkuk besar. 
- di tempat lain, kocok mentega dan gula pasir dengan mixer pada kecepatan sedang-tinggi sampai pucat dan mengembang.
- Masukkan telur dan vanili, kocok kembali.
- Kurangi kecepatan mixer menjadi rendah, lalu tambahkan campuran tepung, kocok sampai rata.
- Bentuk atau cetak sesuai selera, lalu oven di suhu 150 derajat celcius sekitar 20-25 menit atau tergantung oven masing-masing.

untuk membuat Chocolate Heart Cookies ini saya menggiling adonan terlebih dahulu, kemudian mencetaknya menggunakan cutter bentuk hati. Setelah matang, cookies dicelupkan bagian atasnya ke dalam DCC yang sudah dicairkan. Masukkan dalam kulkas agar coklat cepat mengeras kembali.